Visi Kami
"Terwujudnya masyarakat Gampong Saney yang "adil dan makmur aman sejahtera (baldatun thaibatun warabbul qhafur) ""
Misi Kami
- Mewujudkan syariat Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat.
- Meningkatkan SDM dalam penguasaan Iptek dan Imtaq.
- Menciptakan suasana yang mendukung untuk berkembangnya potensi yang dimiliki masyarakat dan gampong.
- Meningkatkan kemampuan aparatur pemerintahan gampong dalam rangka memantapkan kinerja pemerintahan gapong baik dalam disiplin, pelayanan dan tertib administrasi.
- Mewujudkan pembangunan sarana dan prasarana dasar gampong.
- Mengembangkan dan menjaga keberadaan semangat kebersamaan dan gotong royong yang melekat dalam kehidupan bermasyarakat.
- Mendukung pengembangan dan keberlanjutan kegiatan dari organisasi masyarakat yang sudah ada.
- Meningkatkan mutu dan proses belajar mengajar pendidikan informal masyarakat baik untuk anak-anak usia sekolah maupun remaja dan dewasa.
Jejak Langkah
Sejarah Desa
Gampong Saney berdiri sejak sebelum zaman Belanda dan merupakan salah satu gampong dipesisir pantai di Kecamatan Lhoong Kabpaten Aceh Besar Asal mula nama Gampong Saney berasal dari kata Sangsakerta "SANEE" yang artinya Tempat Persinggahan, tetapi menurut cerita masyarakat saney/orang tua dulu adalah nama penyakit yang sering diderita warga, khusus bagian tulang karna tempat itu ada itu dan sampai jin, sehingga dari warga menderita penyakit sekarang kepercayaan tersebut masih melekat dalam masyarakat, hal tersebut dan tiap-tiap tahun meminta korban.
Apakah benar adanya atau cerita dongeng saja, dan ada juga cerita hal Gaib yaitu pandangan mata kita nampaknya dan hilang sekali- kali di liat cerita mata kita itu orang zaman dulu. Gampong Saney sebelumnya sering di sebut Ujong Tanjung "Lhok Tulot". Karna Gampong Kami dulu paling ujung dekat dengan pantai laut, Gampong Saney sedikit lebih maju karena di tunjang oleh adanya tempat memancing ikan dan persinggahan Perahu atau Jalo (Sampan), dan banyak dikunjungi orang luar yaitu Lueng Birang tempat mancing ikan, dan juaga ada cerita nenek monyang kami ada dua binatang ular besar dari darat disebut Seudong bertengkat dengan ular laut bernama Birang menurut kisah cerita yang menang dalam pertengkaran tersebut oleh Birang Laut, dan bukti sekarang ada bekas batu terbelah yaitu dinamakan Lueng Birang. Dan sampai sekarang di persisir batu tersebut di musim barat kita harus hati-hati karna obak paling besar dan dipantai tersebut tiap tahun kami mengadakan kenduri semampu ada dari masyarakat kami. Suatu kebanggaan bagi kami sekarang Gampong Saney memberi nama dalam BIRANG LAUT sejarah SANEE sebuah Club Bola Kaki yaitu Tersebut ada juga cerita dari nenek kami dulu ada kisah yaitu ada kayu besar dan hitam yang megalir didalam sungai, kadang-kadang pandanga mata nampak dan kadang hilang, tetapi sampai sekarang belum ada penelitian tentang hal tersebut ada jin atau makhluk halus, diwilayah persisir pantai tersebut.
Selanjutnya System Pemerintahan Clampong Baney berasaskan pada pola adat istiadat dan kebudayaan dan peraturan yang sudah bersifat umum sejak zaman dahulu, Pemerintah Gampong dipimpin oleh seorang Geuchik dan diwakili oleh seorang wakil Deuchik karna pada saat itu dalam susunan pemerintahan Gampong belum ada istilah Dusun. Oleh karna itu Wakil Geuchik sangat berperan penting dan Fungsi yang sama hal penting Seperti sekarang Kepala Dusun saat ini, Imeum Mukim memiliki peran yang cukup kuat dalam tatanan pemerintah Gampong dan dalam memutuskan sebuah putusan adat digampong dalam wilayah mukim.
Tuha Peut menjadi bagian Lembaga Penasehat Gampong, Tuha Peut Sangat berperan dan berwewenang dalam memberi pertimbangan terhadap pengambilan keputusan-keputusan Gampong, memantau kinerja dan kebijakan yang diambil oleh Geuchik, Imeum Meunasah berperan dalam kegiatan-kegiatan Keagamaan. Pada zaman dulu roda pemerintahan dilaksanakan dirumah Geuchik atau Balee sebagai kantor karna dulu belum ada kantor Geuchik seperti sekarang, dan dapat dibuktikan dengan adanya sejarah oleh orang tua terdahulu, tempat tinggal penduduk yang sangat ramai sebagai gampong yang dinamakan Gampong Saney sampai dengan sekarang yang tinggal Anak dan Cucu yang selamat dari Bencana Alam gempa dan Stunami yang melanda Provinsi Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 dan semoga para arwah orang tua kami yang telah tiada meniggalkan kami semoga mendapat tempat yang layak disisi ALLAH SWT.
Amin segala untuk tujuan dan maksud yang berbeda-bedadengan Istilah lain yaitu SANEY yang artinya tempat Tinggal kami telah berjalan dengan baik dengan Gampong-gampong sekitarnya.
Sebagai saksi sejarah disini masih dapat dilihat:
a. Tempat Lueng Birang
b. Krueng Broek
c. Gampong Saney tempat kami tinggal, kenangan Musibah Gempa dan Stunami
d. Tempat persingahan Boat Laut
Dari hasil peninggalan sejarah tersebut maka terbentuklah satu Gampong yang diberinama "SANEY" dan berdiri di kemukiman Lhoong kecamatan Lhoong Kabuapten Aceh, begitu pula keberadaan kepemimpinan yang pernah menjabat, dan memimpin sampai sekarang yaitu Urutan Pemimpin Pemerintahan Gampong Saney atau Geuchik menurut Informasi para peutua Gampong Sejak Tahun 1910 s/d Sekarang.
Tata Kelola
Struktur Organisasi
Pemerintah Desa
Lembaga Kemasyarakatan
Lokasi Desa